Selamat malam untuk kalian.
Ini mungkin pagi buatku. Dimana secangkir kopi sedang ku nikmati bersama kotak- kotak (usang) kesayangan.
Kemarin ada yang menitipkan undangan lewat desiran angin yang menggoyangkan gantungan mimpi di langit – langit kamarku.Katanya ia ingin aku bercerita lagi. Lewat bisikan dalam tidurnya. Lewat senja yang selalu ia kantungi sendirian. Lewat hujan yang selalu dibubuhi rasa sesal. Si pendiam yang selalu mengaitkan tali- tali tak terputuskan di setiap jengkal tubuh bumi.
Mungkin pesanku sebelumnya sudah ia dengar atau kalian dengar juga ? Tentang kotak baru yang ku simpan di pojok kamar. Kotak itu kemarin sudah ku buka dan seperti dugaanku kotak itu tak berisi apa- apa. Hanya kotak kosong biasa.
Tapi jangan kira setelah itu aku akan merasa sedih dan kecewa. Karena buatku bukan tentang apa yang mengisi kotak itu. Tapi seberapa besar ia mampu menampung apa yang mau aku simpan. Dia datang bukan pada saat aku membutuhkannya tetapi saat dia mampu menempatkan diri menjadi sesuatu yang tepat untuk ku miliki.
Kotak ini akan menjadi kotak kesanganku yang baru—kotak kesayangan ku yang lain sudah kubuang. Tempat satu mimpi akan memilihnya untuk ditinggali. Dia memang tidak sedang butuh kotak baru. Tapi rasanya kotak ini tepat untuk harus ia miliki. Karena kotak ini bukan untuk menyimpan rasa- rasa yang dikeramatkannya, tetapi untuk membantunya menemukan rasa – rasa itu dan berbahagia dengannya.
0 komentar:
Posting Komentar