Terbaru
Loading...
Senin, 11 November 2013

Info Post
Disuatu sore dalam beribu kemungkinan yang selalu dibubuhi do’a pengharapan, Tuhan menciptakan satu kesempatan untuk mengabulkan do’a yang terpanjat setiap harinya. Dalam sekelibat pandangan yang terekam, kesempatan memberiku celah untuk melihatnya. Dia yang sedang terburu- buru dengan sorot mata yang masih sama. Menyejukan. Dalam satu pandang tanpa perlu memastikan apa-apa lagi, aku yakin itu dia. Seseorang yang selalu tertawa terlambat saat lelucon kecil masuk ketelinganya. 

Pada detik itu waktu seakan terkunci, memberiku kesempatan untuk menikmatimu sedikit lebih lama. Walaupun pada kenyataannya tak lebih dari 3 detik kesempatan itu berjalan. Dalam nanar, kita tak beradu padang dan saling menyadari satu sama lain. Hanya aku yang meilhatmu. Kamu ? Entahlah mungkin sama sekali tak menyadarinya. 

Kesempatanku hanya untuk melihat bukan untuk dilihat. Memaknai lebih banyak dari penglihatan. Meresapi lebih dalam dari penglihatan. Mungkin kita pernah berada di tempat yang sama, waktu yang sama, dan sore yang sama. Saling bersembunyi diantara debu jalanan dan asap kenalpot kendaraan atau di antara keramaian orang- orang yang lalu lalang. 

Tapi kali ini, keberuntunganku untuk menikmatimu sendirian. Hanya aku. Andai bisa, saat itu akan ku tekan tombol Rev dan Play agar bisa terus mengulang runtuyan slide sore itu. Saat aku melihatmu. 

Aku tidak pernah berjanji apa- apa. Apalagi bernazar tentangmu. Ketika melihatmu aku hanya menikmati saja, sebaik- baiknya meskipun tak terpuaskan olehnya. Biarkan Tuhan yang tau ini kebetulan atau takdir. Aku hanya menerima dengan senang hati kado kecil yang Ia titipkan di sore yang manis. Di antara senja tempat aku pulang

“Hai ... apa kabarmu ? ah sebenarnya banyak pertanyaan selain itu yang ingin aku ucapkan, tapi mungkin itu yang paling mudah dan paling penting saat ini . Aku harap kamu baik- baik saja. Agar aku pun punya alasan untuk membaikkan diri juga. Tau kah kamu mimpi masih sering mencurimu kala aku terlelap. Dia bersekongkol dengan malam. Tapi, apakah aku masih ada di mimpimu ? Semoga saja. Jika tidak pun aku bisa memakluminya. Tenang saja aku masih satu langkah di belakanmu , menikmati bayanganmu tanpa jeda sedikit pun. Sungguh, jangan hiraukan aku tetap lah berjalan dalam diam seperti biasanya. Aku hanya sedang bermain- main dengan waktu , sebelum aku bisa mensejajarkan diri dan berjalan satu langkah lebih cepat darimu. Di depanmu. Dan jika saatnya tiba semoga kamu tetap baik- baik saja.”

1 komentar: