Undangan untuk wanita berbaju abu-abu.
Kemana ya si wanita berbaju abu- abu ? Sudah lama tidak nampak. Mungkin, ia terbawa kisah lalu atau mungkin ia ikut terjatuh saat menjatuhkan sepotong cerita di sore itu ?
Apa ia masih bergumul dengan kotak- kotaknya ? Mungkin kah ia punya kotak baru dan sibuk mengurusinya sehingga lupa bercengkrama dengan kita ?
Wanita berbaju abu- abu, aku mengundangmu untuk hadir kembali. Untuk ku tulisakan cerita- ceritamu lagi di sini atau kau mau menuliskannya sendiri ? Silahkan saja. Ku tunggu kau hingga batas tak terhingga. Jangan sungkan menyapa.
***
Tidak ada tamu hari ini. Si wanita berbaju abu-abu pun masih bersembunyi. Tapi kemarin ia berpesan lewat debu jalanan.
Mau tau apa pesannya ? Katanya ia sudah punya kotak baru. Sembunyi- sembunyi ia simpan kotak itu di pojok kamar. Ditutupi sehelai kain tipis. Disamarkan dari pandangan tajamnnya. Berharap ia lupa dan leha- leha untuk membuka. Biar tak matang sebelum waktunya.
Salam !!!
NB : Wanita pemalas itu sedang asik dengan mimpi - mimpi usangnya. Lekas ganti baju. Kamu punya warna baju lain kan ?
***
Aha !!! Benarkan kataku si wanita berbaju abu- abu menemukan kotak baru !!
Wajahnya merah. Ia menyambunyikan senyum di ruang paling dalam sudut yang tersisa. Meski kosong, kotak itu tetap ia bawa pulang. Katanya “Isinya biar ku usahakan sendiri, jika ada yang mau bantu silahkan dengan senang hati aku terima , tapi hati -hati jangan barang sembarangan biar nanti tak ku buang percuma (lagi)”
#2

0 komentar:
Posting Komentar