Terbaru
Loading...
Senin, 08 Desember 2014

Info Post


Diiringi senja, di koridor bangunan tengah kota. Satu mimpi di letakkan dalam kotak biru baru. Wanita berbaju abu- abu.

"Tak ada lagi pijakkan untuk menggapainya. Jadi untuk apa masih di jinjing, aku taruh diantara keriuhan rasa pusat kota.Biar saja dimakan orang- orang lalu lalang. Semoga tak ada yang keberatan."ucapnya

Lantas wanita itu pergi tanpa melihat jejak kaki di belakangnya. Tersenyum seraya mengucap syukur dalam langkah yang tak lagi kabur. Aku punya jalan yang lebih baik , dan ku pastikan setelah ini jejakku adalah jejak yang tercipta dari keyakinan. Seperti matahari yang takkan pernah pergi.


****

Kepergian membawa rasa-rasa baru datang. Ternyata ketika ada yang ditinggalkan maka kedatanganlah yang hadir selanjutnya. Maka inilah yang datang pada kesendirian si wanita berbaju abu-abu. Pernah ada yang berbisik seperti ini pada wanita berbaju abu-abu.

"Apakah kamu takut sepi ? " Seketika tawa meledak dari mulutnya, lalu menerawang dan menjawab.
"Sepi bukan untuk ditakuti ia ada namun tak akan membuatmu tiada. Sepi adalah anugrah, hidup dihargai tinggi dengan kehadirannya, perbandingan ruangan gelap dan himpitan tanah merah basah semakin nyata diantaranya, kamu akan merasa kamu jika sedang berpelukan dengannya. Sepi teman sejati. Di usik membuatmu mati sendiri. Di sambut membuatmu berpikir seribu kali tentang yang pernah dan akan kau temui. "

Ia berjalan lagi. Menjadi musafir rasa yang munafik. Begitu katanya tapi inlah yang sebenar-benarnya ia rasa. Tentang sepi, mungkin ia berkata benar tapi tentang hal-hal lain ia sungguh membohongi hatinya sendiri. Tentang kepulangan, kepiluan, keikhlasan beginilah ceritanya.

Wanita berbaju abu-abu membawa sekeranjang pilu di tangan. Meski senyum tak hilang, ia tetap pendiam.

"Kapan aku bisa pulang" katanya.

"Aku bosan di peluk gamang, hanya bermandikan dendam dalam bejana kelam. Aku ingin pulang. Dalam perjalanan ikhlas tanpa terpendam."

Wanita berbaju abu- abu. Ingin berganti warna baju. Di rumah, saat pulang dalam lemari kesayangan. Tumpukkan warna pelangi yang siap dikenakan. Wanita berbaju abu-abu sedang berbelanja untuk bekal pulang. Sekantong rindu, sebotol celoteh dan sebungkus mimpi.


#1

0 komentar:

Posting Komentar