Terbaru
Loading...
Selasa, 04 Maret 2014

Info Post

Aku menuju 2 Tahun yang lalu .
Mengingat kembali apa yang aku lewati, apa yang aku lihat dan apa yang sudah aku bawa. Banyak kantong – kantong hitam yang berserakan di jalan. Tak bisa dibersihkan. Sudah melapuk dan menempel pada tanah. Tapi tak lantas hilang , karena ia kantong plastik yang tak bisa diurai begitu saja oleh alam. Tak juga ada yang memungut karena aku pun tak sanggup . Jadilah ia hanya dimusiumkan waktu. 

Aku menuju 1 tahun yang lalu .
Ketika terbuka lagi pintu – pintu baru. Bertemu , menyapa, bercengkrama, hangat dan dekat. Lalu seketika dipaksa meringis, menangis, bahkan mengemis. Ya begitulah mungkin. Singkat, cepat, namun melekat dan sulit untuk tak di ingat.

Aku menuju 3 bulan yang lalu.
Telinga mendengar dan mulut berbicara. Menenun janji menuai temu. Bertukar pikir hingga rasa. Satu , dua , tiga sampai hitungan selanjutnya semakin bermakna. Ada tawa, tawa, tawa, tawa hingga cinta mengundang kita. Sebelah meragu sebelah merindu. Satu mulai mekar , satu belum juga berakar. Hingga ia mengaku mau menunggu. Jika sudah tak ragu coba jawab pertanyaanku katanya .

Aku menuju 14 hari yang lalu.
Terharu. Menyatu. Satu. Kita. Aku senang, kamu tenang. Tak lagi menunggu karena memiliki sudah jadi barang mutlak : kau milikku dan ku milikmu. Kita berimbang. Di hari itu aku bukan lagi mimpimu dan kau bukan lagi obatku. Dalam cerita masing – masing ‘kita’ berbeda jumlah. Tapi dalam cerita kita, sekarang kita sama. Satu.

0 komentar:

Posting Komentar