I always think that you’re a very nice fellow (Mocca - Secret Admirer).
Tuan, ijinkan aku menjadi pengagum rahasiamu,
Yang diam- diam pernah mencari tahu siapa kamu dan bagaimana kamu pada beberapa orang yang cukup mengenalmu . Meski jawaban mereka sebatas kau ini baik , rapih dan menyenangkan itu cukup membuatku tersenyum- senyum tuan.
Aku kagum padamu yang selalu mengoptimalkan diri untuk banyak mencoba, mengejar, dan mengerjakan sesuatu. Menjelajahi banyak tempat selagi diberi tiket kesempatan. Mencari tahu banyak hal untuk kelak dibagi dengan orang banyak. Sebagai penyampai pesan . Sampai dibatas akhir, tetaplah menjadi benang tak terputuskan.
Tuan aku pengagum setiap hasil fotomu. Foto- foto senja yang kau kirimmkan untukku . Senja yang pulang keperaduan di ujung cakrawala atau fajar yang mulai memeluk hangat pagi.
Terima kasih telah menjadi mata kedua untuk mau berbagi jejak – jejak senja di tempatmu berada . Selagi aku tak bisa keluar dan menikmatiknya ditempat yang sama.
Ingat tidak, tentang perbincangan malam kita yang berujung pada terdamparnya aku di dunia mimpi terlebih dahulu. Itu lucu sekali tuan , aku suka membacanya berulang – ulang. Apakah kau juga ? Tidak pun tak apa . Aku hanya sedang menyenangkan diri saja.
Tuan , kau juga menyukai fotoku kan ? Maksudku foto yang ku ambil acak dari kamera seadanya ini . Pada saat itu, aku tersanjung dengan pujianmu. Sesederhana itu . Sesederhana foto- foto yang kuambil dari kamera seadanya. Sesederhana aku menyukai senja. Sesederhana aku memanggilmu : Tuan . Aku akan memanggilmu sesederhana dan senyaman mungkin. Seperti maumu . Begitukan tuan ?
Beberapa kali tuan, aku melihatmu sedang tersenyum atau berjalan terburu- buru. Aku Berusaha tak kalap saat padanganku tertuju padamu. Ingin rasanya pita suara ku gunakan untuk mengucapkan namamu dan memanggilmu lantang. Tapi rasanya sulit sekali. Biarlah itu berlalu, mungkin gunaku hanya sebatas melihatmu dan mengartikan lebih banyak penglihatan. Seperti biasa.
Tuan, aku pengagummu yang hanya bisa diam saat kita berpapasan, memastikan itu kamu lalu pura- pura menunduk menyembunyikan pandangan.
Aku tak mau menjadi magnet yang menarik kutubmu secepat itu. Aku ini hanya danau yang riaknya tenggelam dalam diam. Diam dalam- dalam . Dalam penghayatan diam karena diamku adalah mendalami dalam diam keberadaanmu.
Perlahan lahan helaian kain rindu sudah mulai tertenun Tuan. Rindu pada senja yang selalu kau kirimkan dibalik pesan kala sore. Rindu dengan potongan waktu di batas hari. Tapi aku cukup tau diri dan tetap mengagumi mu dari batas- batas yang tak terlihat.
Jika jarak kita tinggal 3 langkah aku akan menggerakkan kaki satu langkah saja, cukup menjaga jarak dari ketidak tahuanmu tentangku. Tetap menjadi mata bukan objek itu lah keberadaanku tuan.
Malam memang selalu terbelah, terlebih ketika kudapati pesan singkat darimu. Sekedar berucap selamat malam dan mendo’akan dibalik layar. But suddenly you make me feel so mellow every time you say hello(Mocca - Secret Admirer).
Aku datang dan kau menghilang atau kau datang aku yang menghilang, waktu kita hanya di senja hari begitu bukan tuan ? Senja mempertemukan segalanya. Termasuk rasa – rasa yang dikeramatkan.
Terima kasih untuk waktu- waktumu tuan. Semoga tetap menginspirasi .Tetap menjadi candu untukku selalu belajar banyak padamu.
- Nona Senja -
0 komentar:
Posting Komentar