Terbaru
Loading...
Rabu, 29 Januari 2014

Info Post
Kala itu angin lembut meniup tiap helai kenangan di antara jalanan trotoar. Awan bertumpuk bak bantal nyaman di kasur empuk. Langit sore selalu menjadi tempat terakhir ia tersenyum. Hari, itu ia pulang dengan raut wajah penuh kelegaan.

Tadi, ada kenangan yang sengaja ia jatuhkan di tengah jalan. Dibiarkan tergilas roda-roda kendaraan, remuk, hancur, dan abunya di terbangkan angin sembarangan. Kebelakang. Menghilang bersama jejak- jejak yang tak ingin ia bawa pulang kembali.

Satu langkah ini sebenarnya telah ia perimbangkan. Namun spontan dipilihnya karena tak mau terus tenggelam dan mengulur waktu lebih lama. Satu genggaman terlepas tapi tidak dengan pilu di akhir kandas. Ia tersenyum.

Tuhan memang baik. Di kala rindu menagih mimpi membawanya bertemu. Tuhan memang baik. Di kala jawaban tak jua terselip lewat hati, dititipkannya lewat semesta sore itu. 

Sebut saja aku si egois yang tak mau tau perasaan siapa pun. Tak usah merasa bersalah karena aku pun tak mau menyalahkan. 

Cukup waktu yang membuka teka-teki tentang hujan yang turun malam itu dan tentang kemarau panjang yang datang setelahnya. Perjalanan ini memang harus ku selesaikan. Sendiri

Cermin yang biasanya hanya memantulkan refleksi dirinya, kini memunculkan bayangan lain yang tak asing. Mirip pelampung mata kail pancingan yang timbul tenggelam karena arus . Kadang menghilang. Kadang terlihat . Meski ketiadaannya hanya semu , karena ia sesungguhnya tak benar- benar tiada.

"Aku lebih dulu meninggalkan masa lalu" katanya .

Hingga kini langkahnya sudah berada di koridor yang berbeda. Melawan ketersiksaan yang selama ini cukup membuatnya gila dan pada akhirnya menyebrang ke koridor lain.

Tak lagi menunggu untuk bangkit, diputuskannya untuk mulai berjalan . Tanpa ada lagi hujan yang menggantung di pelupuk mata. Seperti Hujan yang meninggalkan Januari. Ia pergi


Untuk yang selalu tertawa terlambat. 

Selamat memahat lagi kisahmu

Jangan marah jika aku sudah berjalan satu langkah mendahuluimu

Selamat bahagia 

0 komentar:

Posting Komentar