Terbaru
Loading...
Rabu, 11 Juni 2014

Info Post

Ku tukar ragaku, maukah kamu ?

Menjadi aku dan merasakan apa yang aku rasa. Menjadi aku yang tak pernah sedikit pun kau lihat. Menjadi aku yang tak ada di dalam sapaanmu setiap pagi , siang, sore dan malam. Menjadi aku yang selama ini hanya duduk di ayunan luka. Menanti kamu membasuh rasa sakit ini dengan larutan kerinduan, larutan kasih sayang, larutan perhatian. Ah apalah itu namanya.

Menjadi aku yang tak bisa melangkah sedikit pun karena hatiku terikat pada kakimu. Iya, kakimu. Hati yang menjadi pusat kehidupanku hanya kau taruh di bawah kaki- kakimu. Di ujung jari- jari kakimu yang mungkin kotor terkena lumpur atau basah tercelup genangan air comberan. Sebegitu tak berharganyakah aku dihatimu ? Bahkan diantara kaki- kakimu.
Aku yakin, mendengar ini kamu semakin tak mau menukar ragaku denganmu . Benarkan ?

Ku tukar ragamu denganku , maukah kamu ?

Menjadi seseorang yang kau sebut ‘cengeng , ketetika air mata jatuh perlahan di pipiku. 
Taukah kamu bahwa itu adalah isakan pertamaku. Isakan yang selama 2 tahun ku sembunyikan. Isakan yang susah payah tak meledak saat keluar. Isakan yang muncul ketika bejana-bejana penampung air mata tertahan dalam diriku sudah tak lagi memiliki ruang untuk menyimpan apapun yang kurasa. Dan kau menyebut itu adalah isakan cengeng ?

Tukarkanlah ragamu denganku. Dan kau akan tahu seberapa sulit berjalan sambil kesakitan sedang kamu di sebalahku tertawa seakan tak ada yang kau sakiti atau yang sedang merasa sakit karena mu.

Ku tukar ragaku denganmu, maukah ?

Menjadi aku yang berharap kamu mau sejenak untuk mampir ke mejaku dan menikmati teh yang ku buat meski hanya satu teguk saja.
Adakah kamu berfikir untuk menukar saja ragamu denganku ?


Ku tukar ragamu denganku , maukah kamu ?

0 komentar:

Posting Komentar