Teruntuk
'Pria Lusuh' di ujung jalan
Terima Kasih karena selalu bersedia menunggu
Terima Kasih karena tidak mengeluh saat aku terlambat datang
Terima Kasih untuk percikkan - percikkan itu
Terima Kasih untuk sorot mata itu
Terima Kasih untuk tidak diam karena sungguh aku membencinya
Tetaplah menjadi pria lusuh seperti ini , hanya seperti ini
Bandung , 6 Agustus 2013
" Pria Lusuh "
Info Post
0 komentar:
Posting Komentar