Terbaru
Loading...
Senin, 21 Oktober 2013

Info Post
Rembulan tak bersinar di ujung jelaga
Pandangan semakin nanar, setengah terjaga
Rindu terhalang sekat, harap yang terpatah
Kau tak hendak terikat, ringkihku terpapah

Hanya kau yang tahu caranya membuat diriku terluka
Dan hanya kau yang tahu caranya menyem
Rembulan tak bersinar di ujung jelaga
Pandangan semakin nanar, setengah terjaga

Rindu terhalang sekat, harap yang terpatah
Kau tak hendak terikat, ringkihku terpapah

Hanya kau yang tahu caranya membuat diriku terluka
Dan hanya kau yang tahu caranya menyembuhkan hatiku

Senja tiada berjingga, terbenamkan luka
Kau mengimingi surga hanya untuk berduka

Kau pernah menjadi gemintang
Yang terpeta dan berpendar di hatiku
Mungkin masih, meski perlahan meredup
Di sudut senja kau kantungi mentari

Untuk dirimu sendiri
Kau takut berjalan dalam gelap
Padahal aku takkan melepaskan genggam
Apa yang membuatmu begitu lirih

Hingga menularkan perih?
Bukankah kita bisa saling mengobati
Daripada saling meracuni?
Seperti angin topan yang sekejap
Membawaku terbang sangat tinggi
Terlalu tinggi
Seketika itu pula kau menjatuhkanku

Senja tiada berjingga, terbenamkan luka
Kau mengimingi surga hanya untuk berduka

Kau pernah menjadi gemintang
Yang terpeta dan berpendar di hatiku
Mungkin masih, meski perlahan meredup
Di sudut senja kau kantungi mentari
Untuk dirimu sendiri
Kau takut berjalan dalam gelap
Padahal aku takkan melepaskan genggam
Apa yang membuatmu begitu lirih
Hingga menularkan perih?
Bukankah kita bisa saling mengobati
Daripada saling meracuni?






by Fiersa Besari

0 komentar:

Posting Komentar